Lambaian Insaf V4

Sebab kerasnya hati adalah dosa, kemaksiatan, sering bergaul dengan orang-orang lalai serta orang-orang yang fasiq. Sedangkan penyebab hati menjadi lunak, bersih dan tentram adalah mentaati Allah, berteman dengan orang-orang baik, dzikir, membaca Al Qur’an dan istighfar. ~Asyraf Al-Fandani~



Tanda-tanda Lemah Iman


  1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah
  2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur'an
  3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat
  4. Meninggalkan sunnah
  5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah
  6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik.
  7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
  8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari'ah
  9. Menginginkan jabatan dan kekayaan
  10. Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah
  11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
  12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan semestinya
  13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh
  14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid
  15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
  16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam
  17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratap-ratap di kuburan
  18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti
  19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan
  20. Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri



Hal-hal berikut dapat meningkatkan keimanan kita:


  1. Tilawah Al-Qur'an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita.
  2. Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun.
  3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.
  4. Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu.
  5. Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu.
  6. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
  7. Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.
  8. Berdo'a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah.
  9. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala harus kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan
    senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang
    hari itu.
  10. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun dengan melakukan
    perbuatan buruk.
  11. Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.


~Asyraf~

"Drp Allah,kpd Allah,beserta Allah"
READ MORE - Tanda-tanda Lemah Iman dan Kiat untuk mengatasinya

Antara tanda-tanda hati yang sejahtera adalah:


1) Sentiasa mengarah tuan punya diri untuk terus mengingati dan bertaubat kepada Allah.


2) Sentiasa mengingatkan tuannya untuk beribadat kepada Allah.


3) Rasa selesa, seronok dan kelazatan beribadat lebih daripada kelazatan makanan dan minuman.


4) Memberi tumpuan sedalam-dalamnya terhadap apa yang dibaca khususnya ketika melaksanakan solat.


5) Mengingatkan tuannya agar sentiasa menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, sama ada perbuatan, kenyataan dan tindakan.


6) Reda terhadap pelaksanaan perintah Allah dan bersedia untuk meninggalkan segala tegahan dan larangan-Nya.


7) Seronok menghabiskan masa untuk Allah dan gelisah apabila habis untuk selain-Nya.



Tanda-tanda hati yang rosak


1) Hati tidak merasa bersalah apabila terlibat melakukan dosa dan maksiat.


2) Tidak terasa untuk melakukan taubat apabila melakukan kesalahan.


3) Mersa seronok bergelumang dalam dosa.


4) Tidak mempedulikan perintah Allah, malah suka terbabit pada larangan-Nya.


5) Benci kepada kebenaran dan cuba menghalang kemaraannya.


6) Benci kepada orang-orang solih atau mereka yang suka melakukan kebaikan.


7) Suka bertengkar pada perkara yang tidak memberi manfaat untuk agama.


Menerima rasuah, sogokan, riba dan perkara haram serta merasakan keseronokannya.


9) Takut kepada orang yang gagah, tetapi sedikitpun tidak takut kepada Allah.


10) Benci kepada perkara makruf dan suka kepada perkara mungkar.



Penyakit hati


1) Nifaq dan riya’ (menunjuk-nunjuk).


2) Bersangka buruk, mengumpat, menghina, subahat pada yang haram dan ragu-ragu.


3) Hasad dan dendam kesumat.


4) Sombong, bangga diri dan ego.


5) Bohong dan berputus asa.


6) Cinta mendalam kepada selain Allah.


7) Ikut hawa nafsu.


Keras hati (kerana tidak duduk dalam majlis ilmu).


9) Takut kepada selain Allah.


10) Belot dan khianat.


11) Suka memaki hamun orang lain.


12) Bergelumang dengan perkara dunia dan menjadikannya sebagai matlamat hidup.


13) Tidak ada perasaan baik kepada orang lain.



Kaedah rawatan penyakit hati


a) Mentarbiah hati supaya mencintai Allah dengan sedalam-dalamnya.


b) Membaca serta bertadarus (menyelidik) makna dan maksud-maksud ayat al-Quran.


c) Mendekatkan kepada Allah dengan amalan-amalan sunat.


d) Khusyuk dalam solat.


e) Memperbanyak zikir dan memohon ampun kepada Allah.


f) Melakukan kebaikan kerana ikhlas kepada Allah dan mengharapkan keredaan-Nya.


g) Melakukan amal dan ibadat berdasarkan perintah Allah dan Rasul.


h) Beriktikad dengan akidah yang betul.


i) Sentiasa melakukan muhasabah diri.


j) Memperuntukkan masa bagi Allah menerusi penggarapan ilmu-ilmu agama.


k) Memperbanyakkan qiyamullail, berdoa terutamanya pada sepertiga malam.


l) Tunduk dan khusyuk kepada Allah dalam segenap tindakan dan perbuatan.


m) Memastikan sumber makanan dan pakaian adalah halal di sisi Allah SWT.


n) Menundukkan penglihatan kepada perkara-perkara yang diharamkan Allah.


o) Suka menziarahi kubur dan mengingati mati.


p) Sentiasa bersyukur dan reda kepada Allah atas segala nikmat yang dikurniakan.


q) Suka membantu anak-anak yatim dan bermesra dengan mereka.


r) Suka bersahabat dan duduk dengan orang-orang solih yang boleh dijadikan teladan.



Apabila seorang muslim merenung kepada perkara yang telah disebutkan di atas, Insya Allah dia akan menemui sesuatu yang boleh menjadikannya insaf dan sedar dan semoga mahu untuk melakukan perubahan dalam diri menuju kecemerlangan sebagai muslim yang bertakwa kepada Allah.


Risalah PONDOK Pasir Tumboh


~Asyraf Al-Fandani~

READ MORE - Apa yang perlu kita tahu tentang persoalan hati?
Related Posts with Thumbnails

Tuan Guru dan Habib Umar

Tuan Guru dan Habib Umar

jom ikut saye

pelawat

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP