Lambaian Insaf V4

Sebab kerasnya hati adalah dosa, kemaksiatan, sering bergaul dengan orang-orang lalai serta orang-orang yang fasiq. Sedangkan penyebab hati menjadi lunak, bersih dan tentram adalah mentaati Allah, berteman dengan orang-orang baik, dzikir, membaca Al Qur’an dan istighfar. ~Asyraf Al-Fandani~


Bagaimana helahku apabila datang hisab di hari esok,
dan aku akan dibangkitkan dengan bebanan-bebanan dan dosa-dosaku.

Dan aku telah melihat kepada lembaranku yang hitam,
dan keburukan dosa-dosa lama atau yang baru.

Sesungguhnya Tuhan kami membuka tabir-tabir,
pada hari kiamat hari kehinaan dan keterlanjangan.

Berjaya seluruh yang taat kepada Yang Maha Mulia di hari esok,
dengan syurga 'Adn serta pohon-pohon dan sungai-sungai.

Mereka beroleh nikmat kekalan yang tiada habis-habisnya,
mereka kekal dalam syurga pencipta Yang Maha Esa.

Dan sesiapa yang derhaka dalam lubung neraka tempat tinggalnya,
ia tidak berehat dari seksaan dalam neraka.

Perbanyaklah menangis maka tangisan berhak bagi kamu,
daripada penyeksaan dengan air mata yang tidak mengalir.

sumber: kitab Bustaan al-waa'izhiin wa Riyadh as-saami'iin

http://al-muqorrobun.blogspot.com/
READ MORE - Menangislah Wahai Manusia...

Tarbiyah Akhirat



بسم الله الرحمن الرحيم
salam ketenangan


Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa akhirat menjadi obsesinya, maka Allah menjadikan semua urusannya lancar, hatinya kaya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Dan, barangsiapa dunia menjadi obsesinya, maka Allah mengacaukan semua urusannya, menjadikannya miskin dan dunia datang kepadanya sebatas yang ditakdirkan untuknya.” Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad shahih.



Barangsiapa akhirat menjadi kesibukan utamanya dan obsesinya, maka setiap hari ia ingat perjalanan hidupnya kelak, apa pun yang ia lihat di dunia pasti ia hubungkan dengan akhirat, dan akhirat selalu ia sebut di setiap pembahasannya. Ia tidak bahagia kecuali kerana akhirat, tidak sedih kecuali kerana akhirat. Tidak redha kecuali kerana akhirat. Tidak marah kecuali kerana akhirat. Tidak bergerak, kecuali kerana akhirat. Dan tidak berusaha kecuali kerana akhirat.Siapa saja yang beroleh seperti itu, ia diberi tiga kenikmatan oleh Allah Ta’ala. Nikmat yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya. Iaitu orang-orang yang menyiapkan jiwa mereka hanya untuk ALLAH Ta’ala dan tidak ada selain DIA yang masuk ke hati mereka, baik berupa berhala-berhala dunia, atau perhiasan, atau pesonanya.



Nikmat tersebut adalah sebagai berikut:



1. Seluruh urusan hidupnya lancar Allah SWT memberinya ketenteraman dan kedamaian, mengumpulkan semua ideanya, meminimakan sifat lupanya, mengharmonikan keluarganya, menambah jalinan kasih sayang antara dirinya dan pasangannya, merukunkan anak-anaknya, mendekatkan anak-anak padanya, menyatukan kaum kerabat, menjauhkan konflik dari mereka, mengumpulkan hartanya, ia tidak bimbang memikirkan perniagaannya yg tidak begitu baik, tidak bertindak seperti orang bodoh, membuat hati manusia terarah padanya, siapapun mencintainya dan melancarkan urusan-urusan yang lain.


2. Kaya hati Nikmat yang paling agung adalah kaya hati, sebab Rasulullah SAW bersabda dalam hadith sahih, yang ertinya;


“ Kekayaan hakiki bukan bererti harta melimpah. Tapi, kekayaan ialah kekayaan hati” (HR. Muslim)


Imam Al Manawi berkata; maksudnya, kekayaan terpuji itu bukan banyak harta dan kebendaan. Ini kerana banyak sekali manusia dijadikan kaya oleh Allah, namun kekayaannya yang banyak itu tidak bermanfaat baginya dan ia bercita-cita menambah kekayaannya, tanpa peduli dari mana sumbernya.


Ia seperti orang miskin, kerana begitu kuat keinginannya. Orang seperti itu miskin selama-lamanya. Tapi, kekayaan terpuji dan ideal menurut orang-orang sempurna adalah kekayaan hati.


Di riwayat lain disebutkan kekayaan jiwa. Maksudnya, orang yang punya kekayaan jiwa merasa tidak bimbang akan rezekinya, menerimanya dengan lapang dada, dan redha dengannya, tanpa memburu dan memintanya dengan menekan.


Barangsiapa di jaga jiwanya dari kerakusan, maka jiwanya tenteram, agung, mendapatkan kebersihan, kemuliaan, dan pujian. Itu semua jauh lebih baik dari kekayaan yang diterima orang yang miskin hatinya. Kekayaan membuat orang yang miskin hati terperosok dalam hal-hal hina dan perbuatan-perbuatan murahan, kerana kecilnya obsesi yang ia miliki. Akibatnya, ia menjadi orang kerdil di mata orang, hina di jiwa mereka, dan menjadi orang paling hina.


Jika seseorang punya harta yang berlimpah, namun ia tidak qana’ah (merasa cukup) dengan rezeki yang diberikan Allah SWT kepadanya, maka ia hidup terengah-engah seperti binatang buas dan menjadikan hartanya sebagai tuhan baru. Sungguh, ia orang miskin sejati, kerana orang miskin ialah orang yang selalu tidak punya harta dan senantiasa merasa tidak cukup.


Dikisahkan, seseorang berkata kepada orang zuhud, Ibrahim bin Adham, lalu berkata,


“Saya ingin anda menerima jubah ini dariku.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau Anda kaya, saya mahu menerima hadiah ini. Jika anda miskin, saya tidak mahu menerimanya.” Orang itu berkata, ”saya orang kaya.”


Ibrahim bin Adham berkata, ”Anda punya jubah berapa?” Orang itu menjawab,”Dua ribu jubah.” Ibrahim bin Adham berkata,”Apakah Anda ingin punya empat ribu jubah?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau begitu anda miskin (kerana masih memerlukan jubah lebih banyak lagi). Saya tidak mahu menerima hadiah jubah ini darimu.”


3. Dunia datang kepadanya Saat ia lari dari dunia, justru dunia mengejarnya dalam keadaan tunduk. Seperti yang dikatakan Ibnu Al-jauzi,


” Dunia itu bayangan. Jika engkau berpaling dari bayangan, maka bayangan itu mengekorimu. Jika engkau memburu bayangan, maka bayangan menghindar darimu. Orang zuhud tidak menoleh kepada bayangan malah diikuti bayangan. Sedang orang (rakus tidak melihat bayangan setiapkali ia menoleh kepadanya.”


Sedang orang yang dunia menjadi obsesinya, ia hanya memikirkan dunia, bekerja kerananya, peduli kepadanya, tidak bahagia kecuali kerananya, tidak berteman dan memusuhi orang kerananya. Akibatnya, ia dihukum Allah dengan tiga hukuman;


1. Urusannya kacau Allah SWT mengacaukan semua urusannya. Hatinya menjadi gundah tidak tenang, fikirannya kacau, jiwanya goncang dan kalut dalam pelbagai hal. Allah SWT mengacaukan hartanya, mengacaukan anak-anak dan pasangannya. Allah SWT membuat manusia antipati kepadanya. Tidak ada seorangpun yang mencintainya sebab Allah SWT menentukannya dibenci orang di bumi.



2. Selalu miskin Hukuman ini membuatnya selalu tidak puas, padahal memiliki harta banyak. Ia senantiasa merasa miskin. Dan itu menjadikannya lari hingga terengah-engah di belakang harta.



3. Dunia lari darinya Dunia selalu lari darinya. Ia memburu dunia namun dijauhi dan ia berlari dibelakangnya, persis seperti orang yang mengira fatamorgana itu air. Ketika ia tiba di fatamorgana, ia tidak mendapatkan apa-apa.



Inilah yang membuat Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu berkata, “Obsesi dunia itu kegelapan di hati, sedang obsesi kepada akhirat itu cahaya di hati.”



Bagaimana karakteristik dari orang-orang yang terobsesi pada akhirat?



Kita dapat mengukur dengan membandingkannya pada diri kita.Sebelumnya mengenai hal ini, ada tiga kelompok cara pandang manusia terhadap kehidupan:



1. Orang yang lebih sibuk dengan akhirat daripada dunia.Mereka mebuat hidupnya didominasi oleh akhirat. Dunia hanya diletakkan digenggaman tangannya bukan di hatinya. Ini adalah kelompok orang yang beruntung.



2. Orang yang lebih sibuk dengan dunia daripada dengan akhiratMereka begitu cinta dunia hingga dunia menguasainya dan membuatnya lupa kepada akhirat dan mereka juga tidak tahu bahawa dunia itu jambatan menuju akhirat. Ini adalah kelompok orang yang celaka



3. Orang yang sibuk dengan keduanya sekaligus. Mereka tidak ingin masuk pada kelompok pertama atau kedua, namun ingin mendapatkan sebahagian karakteristik kelompok pertama dan sebahagian kelompok kedua. Mereka ini adalah kelompok yang berada dalam situasi krisis.



Tentunya kita tidak ingin masuk ke dalam kelompok kedua dan ketiga, kerananya kita perlu mengetahui karakteristik kelompok pertama iaitu orang-orang yang berjaya.Karakteristik dari kelompok pertama antara lain:



1. Sedih kerana akhiratSedih kerana akhirat membuatkan seseorang memiliki perasaan takut kepada Allah Ta’ala menghisab dirinya pada Hari Kiamat, lalu ia menghisab dirinya sebelum ia dihisab kelak di akhirat.



2. Selalu mengadakan Muhasabah (evaluasi diri)Umar bin Khattab ra berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan, bersiap-siaplah menghadapi Hari Kiamat.”



3. Selalu beramal untuk akhiratAmal soleh bukan hanya solat, puasa, membaca Al-qur’an dan dzikir, tapi amal soleh adalah apa saja yang dicintai Allah Ta’ala.



4. Tersentuh dan sensitif melihat pemandangan kematianSeorang tabi’in Ibrahim An Nakhai berkata, “Jika kami datang ke rumah orang yang meninggal dunia atau mendengar ada orang yang meninggal dunia, hal itu membekas pada kami hingga berhari-hari, kerana kami tahu ada sesuatu (ajal) datang pada orang tersebut, lalu membawanya ke syurga atau neraka”



Itulah pengingat bagi kita semua, bahawa sesungguhnya kehidupan ini adalah jalan untuk kembali kepada Allah, sekolah yang laporannya nanti akan diserahkan di akhirat. Mari kita sama-sama mengevaluasi diri kita, selalu meluruskan niat kita hanya kepada Allah dan berdoa kepada-Nya memohon ketetapan iman di hati sampai pada hari penutup kita nanti.



“Yaa muqollibalquluub tsabbit qolbiy alaa diinika” Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kukuhkan hatiku tetap berada di atas agamamu.



READ MORE - Tarbiyah Akhirat


بسم الله الرحمن الرحيم
salam ketenangan
Mengapa Amalan Ibadah Kita Ditolak Oleh Allah?
Kisah Mu'az bin Jabal menangis dengan hebatnya setelah mendengar nasihat Nabi s.a.w. bilamana beliau menceritakan amalan-amalan yang di bawa oleh malaikat Hafazhah tidak dapat diterima-Nya oleh beberapa sebab seperti sikap perbuatan hamba-Nya yang tidak diperkenankan.


Kisahnya begini:

Pada suatu hari, seorang lelaki bertanya kepada Mu'az bin Jabal: "Apakah hadith-hadith yang tuan pernah dengar daripada Rasulullah s.a.w.?" Mu'az pun terdiam sebentar. Kemudian Mu'az pun dengan tiba-tiba sahaja menangis dengan hebatnya seolah-olah tidak akan berhenti lagi. Setelah lama kemudian, Mu'az mulai reda daripada tangisannya dan berdiam seketika, lalu Mu'az pun berceritalah, katanya: "Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: "Mudah-mudahan akan menjadi kebaikan kiranya bagi jika engkau selalu ingat dan sentiasa awas". Demikianlah sabdanya. Lalu Mu'az pun meneruskan kisahnya lagi.


"Allah telah menjadikan tujuh malaikat, sebelum Allah menjadikan tujuh petala langit dan tujuh petala bumi. Pada setiap lapisan langit ada pintunya, ditugaskan pada setiap pintu langit seorang malaikat yang begitu besar dan tersangat cantik serta indah dan hebat".


1. Pengumpat

Naik malaikat Hafazhah kelangit pertama membawa amalan seorang hamba yang dilakukan pagi dan petang, siang dan malam, bersinar-sinar cahaya amalannya seperti matahari, lalu malaikat penjaga pintu langit pertama berkata: "Bawa kembali amalan orang itu dan hempaskan kemukanya! Aku Allah tempatkan di sini sebagai peneliti dosa orang-orang mengumpat supaya tidak membiarkan amalan-amalan orang mengumpat naik melintasi akuke atas".


2. Bermegah Dengan Kebendaan

Datang pula malaikat Hafazhah lainnya yang telah melepasi pintu langit pertama yang membawa amalan soleh hamba Allah yang sangat bersinar-sinar amalannya itu. Apabila sampai kelangit kedua, maka malaikat penjaga pintu lagit itu pun berkata: "Berhenti! Ambil amalan itudan pukulkan kemuka orang yang empunya amalan itu, kerana bersarang dengan kemegahan dunia, tidak boleh melintasi aku kerana ia bermegah-megah dengan amalannya kepada manusia, mencari keredhaan manusia (kerana pangkat, kerana jabatan, kerana wang, kerana nama,
dan kerana pujian dan sebagainya)".


3. Takabur

Naik pula malaikat Hafazhah yang lainnya lagi, yang telah melepasi pintu langit pertama dan kedua yang membawa amalan hamba Allah yang bercahaya dan cemerlang dari amalan sedekah puasa, sembahyang yang menakjubkan malaikat Hafazhah sendiri. Apabila tiba dilangit ketiga, ditahan oleh malaikat penjaga pintu langit ketiga. Katanya: "Berhenti! Ambil amalan itu dan pukulkan kemuka tuannya, aku malaikat pengawas sifat-sifat takabur, tidak membenarkan melintasi aku dengan perintah Allah, kerana amalan ibadahnya mengandungi sifat takabur, selalu takabur dalam majlis ramai".


4. `Ujub

Naik pula malaikat Hafazhah yang lainnya lagi kelangit yang keempat,
yang telah melepasi pintu langit pertama, kedua dan ketiga yang membawa amalan hamba Allah yang bersinar-sinar cahayanya. Sungguh hebat, berdengung bunyinya amalan itu yang berisi tasbih, sembahyang haji umrah, tidak dibenarkan melintasinya, lalu berkata malaikat penjaga pintu langit itu: "Berhenti di sini! Tidak boleh meliwati dari sini, aku malaikat penjaga pintu langit keempat, diperintah Allah amalannya itu dipukul kebelakangnya dan diperutnya kerana aku malaikat peneliti sifat `ujub, dia sangat `ujub (takjub/hairan) dengan amalan
sendiri (merasa bangga kerana banyak amalan hingga menghairankan dirinya".


5. Hasad Dengki

Naik lagi malaikat Hafazhah yang lainnya, yang telah melepasi pintu langit pertama, kedua, ketiga dan keempat yang membawa amalan hamba Allah, apabila tiba dipintu langit yang kelima, dilihat oleh malaikat penjaga pintu langit kelima itu bahawa malaikat Hafazhah membawa amalan seperti belarak pengantin perempuan dengan hebatnya. Lalu malaikat penjaga langit itu berkata: "Berhenti! Pukulkan amalan itu kemuka tuannya, ketengkuknya, kebahunya, aku malaikat pengawas sifat dengki manusia tidak akan membenarkan orang-orang yang hasad dengki amalannya itu naik melewati aku dilangit kelima ini".


6. Rahim

Naik lagi malaikat Hafazhah yang lainnya, yang telah melepasi pintu langit pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima yang membawa amalan hamba Allah, apabila tiba dipintu langit yang keenam, lalu ditahan oleh malaikat penjaga langit keenam: "Berhenti! Ambil amalannya itu dan pukulkan kemuka tuannya kerana dia tidak bersifat rahim sesama manusia seperti orang yang ditimpa bala/musibah dia hanya suka sahaja melihatnya. Aku malaikat rahmat sentiasa meneliti sifat rahim manusia. Allah perintahkan aku supaya jangan membiarkan amalan hamba yang tidak bersifat rahim naik ke atas".


7. Riak

Naik lagi malaikat Hafazhah yang lainnya, yang telah melepasi pintu langit pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima dan keenam yang membawa amalan hamba Allah yang indah cemelang bersinar-sinar seperti matahari diiringi oleh tiga ribu malaikat, apabila tiba dipintu langit yang ketujuh, maka ditahan oleh malaikat pengawal pintu langit itu:

"Berhenti! Pukulkan amalan itu kemukanya dan segala anggota badannya dan tutupkan pintu hatinya dengan amalan itu. Aku diperintahkan Allah melarang orang yang begini amalannya meliwati dari langit ketujuh kerana amalannya menghendaki pujian dari ahli-ahli ilmu (ulama' fuqahah) supaya dia disebut termasuk ke dalam golongan ulama' fuqahah supaya mashur namanya (amalan riak: memperlihat-lihatkan, menunjuk-nunjuk kepada manusia mencari pujian dari amalannya itu)- kerana amalannya itu tidak ikhlas kerana Allah – riak kepada manusia– Allah tidak melihat amalan orang yang riak".


8. Tidak Ikhlas

Naik lagi malaikat Hafazhah yang lainnya, yang telah melepasi pintu langit pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh yang membawa amalan hamba Allah yang soleh dari sembahyangnya, zakatnya, haji umrahnya, solehnya, waraknya, baik akhlaknya, berdiam diri sentiasa dalam zikir. Diiringi oleh malaikat segenap petala langit kerana kebesaran, kehebatan amalannya itu sehingga dapat melintasi segenap tujuh lapisan pintu langit dan menembusi segala hijab yang amat jauh di atas dari langit ketujuh terus menuju kehadrat Allah s.w.t. lalu mereka sekeliannya berhenti dihadapan Allah taala menjadi saksi atas amalan orang soleh itu kerana ikhlasnya. Allah berfirma yang bermaksud: "Kamu semua penjaga amalan hamba-hamba-Ku, Aku pengawas atas dirimu. Sebenarnya amalannya bukan kerana keredhaan-Ku, hanya lain yang dicarinya, maka Aku laknatkan ke atasnya", dan semua malaikatpun turut melaknat pula bersama Allah dan melaknatkan pula oleh tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dengan segala isinya.

Moga-moga ianya menjadi tauladan dan sempadan buat diri ana dan buat
antum semua.
Wassalam.

Sama2 kita amalkan dan sampaikan kepada yg lain ...

READ MORE - Mengapa Amalan Kita Ditolak Oleh Allah?

Wujud amal dalam kubur


بسم الله الرحمن الرحيم
salam ketenangan
Pada suatu waktu,Hajjaj al-Aswad bercerita : "Di dalam tidur,aku bermimpi seakan-akan diriku memasuki kubur-kubur umat manusia.Tampak aku lihat seakan-akan mereka baru tidur.Ada yang tidur di atas tanah,ada yang di atas hamparan sutera,ada yang di atas kain sutera berhias indah.Adapula yang tidur sambil tersenyum dan ada yang memantulkan cahaya berkilau.Dan ada pula yang berubah warna. "

Pada kesempatan mimpinya itu Hajjaj berdoa : "Ya Tuhanku,sekiranya Engkau kehendaki,mengapa keadaan mereka tidak engkau samakan." Ketika itu terdengar hatif,(suara tanpa wujud) menggema : "Wahai Hajjaj,kubur ini adalah tempat amal-amal mereka."

Lebih lanjut Hajjaj al-Aswad menegaskan : "Maka aku pun tersentak bangun dari tidurku, gementar mendengar suara itu."

Sumber : Kisah-kisah SUFI ( Imam Abdul Rahman Ibnul Jauzi)

****************

SubhanaAllah,tersentak mendengar kisah ini,kerana terdetik di hati sanubari saya,sepanjang hidup ini,adakah saya menitikberatkan amalan-amalan soleh?Bagaimanakah kita hendak menghadapi alam kubur suatu ketika nanti dimana seketika ini kita masih lagi lena di buai keindahan dunia berlumuran dosa,bersediakah kita?

Bersamalah memperbanyakan muhasabah diri,renung ke dalam hati sejauh mungkin hingga ke pelusuk hati.Bertanyakan pada diri,layakkah kita dianugerahkan syurga Allah swt yang sangat mahal itu,sedang kita hari ini masih lagi berlumuran dengan dosa?SubhanaAllah...berzikirlah,pujilah Allah,banyakkan menyebut namaNya,hidupkanlah hati dengan zikrullah.Allah

" Ketahuilah dengan mengingati Allah, hati akan menjadi terang" (Ar-Ra'd:28)

Berkesempatan lagi bulan Muharram.Di bulan ini,marilah kita memperbanyakkan amalan-amalan soleh sebagai pembekal kita ke alam kubur kelak.

~asyraf Al-fandani~
"Drp Allah,kpd Allah,beserta Allah"
READ MORE - Wujud amal dalam kubur
بسم الله الرحمن الرحيم
salam ketenangan

Alhamdulillah,...

1. Syukur kpd Allah swt,blog 'Air Mata Keinsafan' ni,akhirnya telah dikemaskini...,

2. Syukran kepada semua pengunjung yang telah sudi melawat ke blog yang tidak seberapa ini,masih banyak lagi kelemahan yang perlu diperbaiki sebenarnya...insyaAllah,akan selalu ana perkemaskan dengan kisah2 yang terbaru akan datang...

3. Jadi,maaflah sekiranya ada kesilapan yang berlaku...semuanya datang daripada Allah swt & kepada Allah ia kembali...ana hanya insan lemah yang masih berusaha untuk memperbaiki diri untuk terus menjadi hamba Allah yang benar2 soleh...

4. InsyaAllah...ana doa2kan sahabat2 semua tergolong di dlm golongan2 yang bertaqwa akhirat kelak...banyakkanlah amalan2 soleh...sebab kiamat besar sedang menghampiri kita...secara sedar @ tidak,kita hari ini masih di dalam golongan yang melakukan dosa...tapi,sekurang-kurangnya kita ada usaha untuk memperbaiki diri untuk terus mencari redha daripadaNya...Allah,

~asyraf Al-fandani~
"drp Allah,kpd Allah,beserta Allah~
READ MORE - salam ketenangan semuanya (^^,)
Related Posts with Thumbnails

Tuan Guru dan Habib Umar

Tuan Guru dan Habib Umar

jom ikut saye

pelawat

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP